Jumat, 04 Januari 2013

ANTIBIOTIKA/ANTIMIKROBA



ANTIBIOTIKA/ANTIMIKROBA




ANTIBIOTIKA
•         Antimikroba (AM) → obat yang menghambat pertumbuhan/membunuh bakteri/mkroorganisme lain
•         Antibiotik (AB)→ senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu seperti jamur, yang menghambat pertumbuhan/membunuh mikroorganisme lain
Tujuan penggunaan AB → mengobati infeksi bakteri pada manusia dan hewan
•         Infeksi → keadaan masuknya mikroorganisme tertentu yang menimbulkan kelainan patologis terhadap tubuh

ANTIBIOTIKA
•         Aktivitas antimikroba AB → bakteristatik dan bakterisid
•         Bakteristatik: menghambat pertumbuhan bakteri
•         Bakterisid: membunuh bakteri

Penggolongan antibiotik
•         Secara kimia
•         Berdasarkan mekanisme kerja
•         Berdasarkan manfaat dan sasaran kerja


Secara Kimia
1.     Betalaktam: a. penisilin dan derivatnya
                  b. sefalosporin dan derivatnya
                  c. monobaktam → aztreonam
                       d. karbapenem → imipenem,                   silastin
2. Tetrasiklin → tetrasiklin, oksitetrasiklin, demeklosiklin
3. Kloramfenikol  → kloramfenikol dan tiamfenikol
4.  Makrolida  → eritromisin, spiramisin, roksitromisin, klaritromisin
5. Aminoglikosida  → neomisin, streptomisin, gentamisin, amikasin, kanamisin
6. Rifamisin  → rifampisin
7. Polipeptida siklik  → polimiksin dan besitrasin
8. Polien  → nistatin, natamisin, ampoterisin B
9. Antibiotik lain  → griseopulvin, novobiasin, spiromisin, klindamisin, linkomisin


Sasaran kerja
•         Efektif terhadap bakteri gram (+) dan mempunyai spektrum sempit (narrow spektrum)
•         Efektif terhadap bakteri gram    (-) dan mempunyai spektrum sempit
•         Efektif terhadap bakteri gram (+) dan (-), mempunyai spektrum luas



Indikasi
•         Infeksi gram (-)
•         Infeksi gram (+)
•         Otitis (radang telinga)
•         Pharingitis (radang tukak)
•         Endocarditis (radang jantung)
•         Infeksi intra abdomen (perut
•         Septicemia (keracunan darah)
•         Gonorrhea(kencing nanah)
•         Infeksi saluran nafas atas
•         Infeksi saluran kemih
•         Pneumonia (radang paru)
•         Dll

Efek Samping
•         Reaksi hipersensitivivitas
•         Reaksi anafilaksis (alergi sistemik) dengan spasme bronkus(kejang sal.tenggorokan)

Peringatan dan Perhatian :
•         Penggunaan jangka panjang mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari organisme lain yang tidak rentan, seperti candida dan enterococcus.
•         Jangan diberikan bila masih dapat digunakan antibiotik lain.
•         Penggunaan bersama-sama dengan aminoglikosida menyebabkan meningkatnya efek nefrotoksik.
•         Pasien gangguan fungsi ginja karena penggunaan dengan furosemid dan aminoglikosida mempengaruhi fungsi ginjal.
•         Hati-hati pada penderita riwayat sensitif penisilin, riwayat keluarga alergi penisilin, gangguan fungsi ginjal berat, nutrisi kurang.
•         Penggunaan pada wanita hamil perlu dipertimbangkan, karena ada yang dieksresikan pada air susu.
•         Antimikroba wanita hamil & menyusui
•         Antimikroba oral tidak ada yang direkomendasikan untuk wanita hamil dan menyusui
•         Antimikroba topikal yang boleh digunakan untuk wanita hamil & menyusui adalah amfoterisin B dan Nistatin terutama untuk mengatasi kandidiasis vagina
•         Antibiotik wanita hamil & menyusui
•         Antibiotik oral jarang sekali direkomendasikan untuk wanita hamil dan menyusui
•         Jika harus diberikan Penisilin/Amoksisilin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar