Jumat, 04 Januari 2013

TOKSIKOLOGI

                                                TOKSIKOLOGI





Tosik = Racun
Yaitu zat aktif yang menyebabkan kerja yang merusak. Apabila pada sejumlah senyawa, terutama obat, dosislah yang menentukan apakah timbul kerja yang berguna atau yang merusak, maka dalam arti sempit, racun hanya merusak.
Toksikologi merupakan pemeriksaan keracunan
Ada dua macam pemeriksaan toksikologi yaitu kualitatif dan kuantitaif (lebih penting untuk mencari dosis toksik/letal).
           
KERACUNAN MAKANAN
         Bongkrek
Bisa dari tempe bungkil maupun ampasnya (bahan sisa minyak kelapa), umumnya dari jamur golongan rhizopus (kurang beracun), namun kemudian mengalami Gambaran klinik
Inkubasi 1-4 jam, sakit kepala, muntah/mual, depresi napas dan koma
Terapi Sulfas atropin
         Jengkol
Terbentuk asam jengkolat yang membuat payah ginjal akut
         Makanan Kaleng
Pada kaleng yang telah rusak/menggelembung kemasannya. Inkubasi beberapa jam, racun berasal dari bakteri “Clostridium Perfringens“
                                     
          TOKSIKOLOGI
KERACUNAN ALKOHOL
         Cara masuk : Oral
Patofisiologi : 10 % di sekresi utuh melalui keringat, urin evaporasi nafas dan sebagainya.
Alkohol à asetildehid + asetat à CO2 + H2O. alkohol dioksidasi di hati yang menghasilkan banyak hidrogen à pelemakan hati, selanjutnya karena juga dieksresi ke dalam darah lipoprotein tersebut à hiperlipemia.
         Gejala klinik
Alkohol mengganggu SSP tergantung kadarnya :
         30-50 mg %    =  mulai terganggu
         50-80 mg %    =  tidak terkontrol
         80-100 mg %  =  inkapasitas semakin jelas
         300 mg %       =  halusinasi akhirnya narkose
Jangka panjang sirosis hepatis dan hipertropi jantung
         Toksikologi : Enzimatik, kromatografi, metode dikromat

TOKSIKOLOGI
KERACUNAN SIANIDA
         Cara masuk inhalasi misalnya gas HCN (sisa pembakaran seluloid)
         Cara oral Garam CN cepat (penyepuhan, fotografi)
                         Amigladin lamabat (singkong, biji apel)

Patofisiologi
         CN + sitokrom oksidase (jaringan) – sitotoksik  -  Anoksida Hb02 darah tinggi yang ditandai dengan lebam merah terang.
         Dosis letal HCN dewasa 50 mg
         Gejala klinik sakit kepala, muntah ciri khas : bau amandel, tidak tercium bila tertutup bau lain, lebam merah terang.
         Terapi :  -     nitrit + tiosulfat
         oksigen
         EDTA 300 ml dalam dua dosis dengan interval 10 menit
         Toksikologi : reaksi biru berlin, spektrometrik

          TOKSIKOLOGI
KERACUNAN KARBON MONOKSIDA
         Akibat : bencana alam, industri, kecelakaan lalu lintas
         Cara masuk : inhalasi (gas gunung berapi, kebakaran, industri, knalpot)
         Fatofisiologi :
         CO  +  Hb  à COHb (afinitas lebih besar daripada O2
         CO  +  Sitokrom oksidase (jar)  à sitotoksik bila tekanan gas tinggi
         Gejala klinik tergantung persentase kandungan COHb
         1. jika 20%-30%  : sakit kepala.
         2. jika 30%-40%  : Muntah,pusing,pandangan kabur
         3. jika 40%-50%  : Pernafasan terganggu
         4. jika 60%-70%  : koma, mati

Terapi :
         pindahkan korban dari lokasi secepatnya
         inhalasi oksigen periodik
         bila koma berikan prokain HCL 0,1% dalam 500 ml dekstrose 5% i.v selama 2 jam.
         Toksikologi : resistensi alkali test, mikrodifusi, spektrometer, gas kromatografi

TOKSIKOLOGI
KERACUNAN KARBON DIOKSIDA
         Cara masuk : inhalasi
         Gejala klinis :
         0,1% -1% nyeri kepala
         8-10%  mati
Toksikologi : Ba(OH)2 + CO2  à BaCO3 + H2O
Dititrasi disaring dan ditimbang.

TOKSIKOLOGI

KERACUNAN NARKOTIKA
         Kecanduan, bunuh diri, pembunuhan,kecelakaan
         Cara masuk Depresi pernafasan
         Gejala klinik : relaksasi otot nafas dangkal dan lambat
         Terapi :
         nalorfin HCL 0,1 mg/kg bb iv
         nalokson HCL 0,005 mg/kg bb iv dapat diulang tiap 15 menit
         lavase lambung (Na2SO3 30 gram/200 ml air)
         toksikologi : TLC (thin layer kromatografi) bahan urin
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN ARSEN
         Kecelakaan kerja, bunuh diri,pembunuhan
         Cara masuk : inhalasi, oral
         Patofisiologi : zat masuk merusak kapiler sehingga timbul transudasi plasma pecah
         Feses berdarah
Gejala klinik : feses berdarah,hipotensi,
         mati yang cepat disebabkan oleh kegagalan jantung. Mati lambat disebabkan oleh hemoglobin cast
         terapi : monotiol dan ditiol
         Toksikologi : Tes Reinsch, bettendorf,marsh

TOKSIKOLOGI

KERACUNAN TIMAH
         Cara masuk oral
         Gejala klinik : nyeri, muntah, asam urat darah, kejang, koma
         Terapi
         Diuretika dengan manitol 20% dektrose 10% sampai urin 0,5-1ml/menit
         Penisilamin 2 dosis perhari (oral)30-40 mk/kg bb dewasa 1-2 bulan. Anak-anak 3-6 bulan.
         DLL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar