TOKSIKOLOGI
Tosik = Racun
Yaitu zat aktif yang menyebabkan kerja yang merusak. Apabila pada sejumlah
senyawa, terutama obat, dosislah yang menentukan apakah timbul kerja yang
berguna atau yang merusak, maka dalam arti sempit, racun hanya merusak.
Toksikologi merupakan pemeriksaan keracunan
Ada dua macam pemeriksaan toksikologi yaitu kualitatif dan kuantitaif
(lebih penting untuk mencari dosis toksik/letal).
KERACUNAN MAKANAN
•
Bongkrek
Bisa dari tempe bungkil
maupun ampasnya (bahan sisa minyak kelapa), umumnya dari jamur golongan
rhizopus (kurang beracun), namun kemudian mengalami Gambaran klinik
Inkubasi 1-4 jam, sakit kepala, muntah/mual, depresi napas dan koma
Terapi Sulfas atropin
•
Jengkol
Terbentuk asam jengkolat yang membuat payah ginjal akut
•
Makanan
Kaleng
Pada kaleng yang telah rusak/menggelembung kemasannya. Inkubasi beberapa
jam, racun berasal dari bakteri “Clostridium Perfringens“
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN ALKOHOL
•
Cara
masuk : Oral
Patofisiologi : 10 % di sekresi utuh melalui keringat, urin evaporasi nafas
dan sebagainya.
Alkohol à asetildehid + asetat à CO2 + H2O. alkohol dioksidasi di hati yang menghasilkan
banyak hidrogen à pelemakan
hati, selanjutnya karena juga dieksresi ke dalam darah lipoprotein tersebut à hiperlipemia.
•
Gejala
klinik
Alkohol mengganggu SSP tergantung kadarnya :
•
30-50
mg % =
mulai terganggu
•
50-80
mg % =
tidak terkontrol
•
80-100
mg % =
inkapasitas semakin jelas
•
300
mg % = halusinasi akhirnya narkose
Jangka panjang sirosis hepatis dan hipertropi jantung
•
Toksikologi : Enzimatik, kromatografi, metode dikromat
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN SIANIDA
•
Cara
masuk inhalasi misalnya gas HCN (sisa pembakaran seluloid)
•
Cara oral Garam CN cepat (penyepuhan,
fotografi)
•
Amigladin lamabat (singkong,
biji apel)
Patofisiologi
•
CN
+ sitokrom oksidase (jaringan) – sitotoksik
- Anoksida Hb02 darah tinggi yang
ditandai dengan lebam merah terang.
•
Dosis
letal HCN dewasa 50 mg
•
Gejala
klinik sakit kepala, muntah ciri khas : bau amandel, tidak tercium bila
tertutup bau lain, lebam merah terang.
•
Terapi
: -
nitrit + tiosulfat
•
oksigen
•
EDTA
300 ml dalam dua dosis dengan interval 10 menit
•
Toksikologi
: reaksi biru berlin, spektrometrik
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN KARBON
MONOKSIDA
•
Akibat
: bencana alam, industri, kecelakaan lalu lintas
•
Cara
masuk : inhalasi (gas gunung berapi, kebakaran, industri, knalpot)
•
Fatofisiologi
:
•
CO +
Hb à COHb (afinitas lebih besar daripada O2
•
CO +
Sitokrom oksidase (jar) à sitotoksik
bila tekanan gas tinggi
•
Gejala
klinik tergantung persentase kandungan COHb
•
1.
jika 20%-30% : sakit kepala.
•
2.
jika 30%-40% : Muntah,pusing,pandangan
kabur
•
3.
jika 40%-50% : Pernafasan terganggu
•
4.
jika 60%-70% : koma, mati
Terapi :
•
pindahkan
korban dari lokasi secepatnya
•
inhalasi
oksigen periodik
•
bila
koma berikan prokain HCL 0,1% dalam 500 ml dekstrose 5% i.v selama 2 jam.
•
Toksikologi
: resistensi alkali test, mikrodifusi, spektrometer, gas kromatografi
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN KARBON DIOKSIDA
•
Cara
masuk : inhalasi
•
Gejala
klinis :
•
0,1%
-1% nyeri kepala
•
8-10% mati
Toksikologi : Ba(OH)2 +
CO2 à
BaCO3 + H2O
Dititrasi disaring dan
ditimbang.
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN NARKOTIKA
•
Kecanduan,
bunuh diri, pembunuhan,kecelakaan
•
Cara
masuk Depresi pernafasan
•
Gejala
klinik : relaksasi otot nafas dangkal dan lambat
•
Terapi
:
•
nalorfin
HCL 0,1 mg/kg bb iv
•
nalokson
HCL 0,005 mg/kg bb iv dapat diulang tiap 15 menit
•
lavase lambung (Na2SO3 30 gram/200 ml
air)
•
toksikologi
: TLC (thin layer kromatografi) bahan urin
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN ARSEN
•
Kecelakaan
kerja, bunuh diri,pembunuhan
•
Cara
masuk : inhalasi, oral
•
Patofisiologi
: zat masuk merusak kapiler sehingga timbul transudasi plasma pecah
•
Feses
berdarah
Gejala klinik : feses berdarah,hipotensi,
•
mati yang cepat disebabkan oleh
kegagalan jantung. Mati lambat disebabkan oleh hemoglobin cast
•
terapi : monotiol dan ditiol
•
Toksikologi : Tes Reinsch,
bettendorf,marsh
TOKSIKOLOGI
KERACUNAN TIMAH
•
Cara
masuk oral
•
Gejala
klinik : nyeri, muntah, asam urat darah, kejang, koma
•
Terapi
•
Diuretika
dengan manitol 20% dektrose 10% sampai urin 0,5-1ml/menit
•
Penisilamin
2 dosis perhari (oral)30-40 mk/kg bb dewasa 1-2 bulan. Anak-anak 3-6 bulan.
•
DLL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar