VITAMIN
DAN MINERAL
VITAMIN LARUT LEMAK
•
Vitamin A [Axeroftol, Retinol, Xeroftalmia]
•
Vitamin D [Kalsiferol]
•
Vitamin E [Tokoferol]
•
Vitamin K [Vitamin Anti hemoragia]
•
VITAMIN LARUT LEMAK
•
VITAMIN A
•
VITAMIN A
•
VITAMIN A
•
VITAMIN D
Pengertian
Vitamin D adalah vitamin larut
lemak yang diperlukan oleh vertebrata yang mempunyai struktur tulang, untuk
penggunaan yang optimal akan kalsium dan fosfor. Vitamin ini dapat diperoleh
dari makanan, sinar iradiasi yang sesuai dari tubuh.
Peranan Fisiologi
Vitamin D dan produk
hidroksilasinya memiliki peran dalam :
•Membantu absorpsi ion kalsium dari
usus
•Meningkatkan reabsorpsi ion
kalsium dalam ginjal
•Dengan demikian meninggikan kadar
kalsium dalam darah
VITAMIN D
Dosis [Kebutuhan Harian]
Untuk profilaksis terhadap rakhitis
(melemahnya tulang) pada bayi dan anak-anak selama 1-1,5 tahun
Tiap hari diberikan 500-1000 IU =
0,0125-0,025 mg
Vitamin D3 (1 IU = 0,025 μg).
- Defisiensi
Pada bayi dan anak-anak, kekurangan
vitamin D menyebabkan rakhitis (penyakit Inggeris). Kekurangan kalsium yang
timbul serta sangat lemahnya sistem tulang akan menyebabkan deformasi kerangka
- Sumber
Asal vitamin D3 dari alam yaitu
minyak hati ikan dan jaringan lemak hewan. Kuning telur, susu, dan mentega
hanya sedikit mengandung vitamin D3.
VITAMIN E
Vitamin E adalah vitamin yang larut
dalam lemak,merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendapatkan reproduksi
normal, perkembangan otot normal, menjaga resistensi normal eritrosit dari
hemolisis (pecahnya membran eritrosit) dan beberapa patologi lain.
- Peranan Fisiologi
Fungsi biokimia vitamin E belum
diketahui dengan jelas. Yang pasti adalah bahwa vitamin E bekerja pada
metabolisme antara pada proses oksidasi-reduksi dan sebagai pengankap radikal,
menghambat pembentukan peroksida oleh asam lemak tinggi tak jenuh pada lipid
membran serta menghambat oksidasi zat tubuh lainnya.
Dosis [Kebutuhan Harian]
Data tentang kebutuhan harian
vitamin E yang pasti tidak diketahui. Dosis yang diberikan umumnyya 15-30 mg.
Defisiensi
Defisiensi dari vitamin E dapat
memberikan manifestasi yang bervariasi tergantung dari pola makan.
Beberapa manifestasi yang dapat terjadi akibat defisiensi vitamin
E :
- berpengaruh
terhadap kapasitas reproduksi
- hemolisis
- ketidaknormalan
fungsi otot
Sumber
Sumber vitamin E yang terbesar
adalah kecambah padi-padian , minyak tanaman dan juga sayur-sayuran
VITAMIN K
Pengertian
Vitamin K juga termasuk ke dalam
kelompok vitamin yang larut dalam lemak.
Peranan Fisiologi
Vitamin K diperlukan untuk sintesin
dalam hati. Kerjanya yaitu sebagai koenzim pada γ-karboksilasi rantai samping yang mengandung asam
glutamate.
Dosis [Kebutuhan Harian]
Orang dewasa mendapat 10-30 mg
vitamin K secara oral per hari yaitu untuk tujuan terapi.
Pada bayi yang barulahir, diberikan
1-2 mg vitamin K1 selama 2-3 hari.
Defisiensi
Defisiensi vitamin K jarang
terjadi, selama vitamin K yang masuk bersama makanan dapat diabsorpsi Beberapa
manifestasi yang dapat terjadi akibat defisiensi vitamin K
Penyakit haemorogik (pendarahan
dipembuluh)
Tendensi pendarahan kolemik
(pendarahan kearah keguguran)
Zat dari kelompok vitamin K
ditemukan dalam bagian tanaman hijau, paling banyak dalam tanaman yang
mengandung banyak klorofil
VITAMIN LARUT AIR
•
Vitamin B1
Thiamin atau vitamin B1 disebut
juga sebagai vitamin antineuritis (anti beri-beri). Vitamin ini memiliki 2
cincin heterosiklik yaitu cincin pirimidin dan cincin tiazol yang dihubungkan
oleh gugus metilen.
- Peranan Fisiologi
Tiamin pirofosfat (TPP) yang terbentuk
berfungsi sebagai koenzim pada beberapa reaksi enzimatik yang melibatkan
pemindahan gugus aldehid (aldehidtransferase) dan koenzim dekarboksilase
- Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan harian vitamin B1
tergantung pada susunan makanan. Pada penderita beri-beri atau terjadi
peningkatan kebutuhan vitamin B1, seperti kehamilan, pada peminum alcohol, atau
pasokan makanan hanya karbohidrat, diberikan vitamin B1 secara oral 25 mg per
hari.
- Defisiensi
Beri-beri merupakan penyakit yang
disebabkan oleh defisiensi tiamin yang ditandai dengan perubahan degeneratif
sistem saraf Gejala umum defisiensi vitamin B1 adalah
•berkurangnya kemampuan fisik dan
psikis
•nafsu makan berkurang, berat badan
turun, sekresi getah lambung tidak ada karena gangguan fungsi lambung dan usus
•perubahan pada EKG
(elektrokardiogram)
- Sumber
Sumber vitamin B1 adalah dalam
ragi, sayur-sayuran, kentang, kacang-kacangan, dan daging.
•
Vitamin B2
Pengertian
Pemeriannya berwarna kuning, stabil
dalam pemanasan, mudah larut air, dan tidak stabil terhadap cahaya dan alkali
karena akan berubah menjadi lumichrome atau lumiflavin yang tidak memiliki
fungsi fisiologi dalam tubuh.
- Peranan Fisiologi
Riboflavin dalam makanan berbentuk
riboflavin bebas yang dengan mudah diabsorpsi ke dalam sel melalui mukosa
saluran cerna dengan sistem transport aktif dan meningkat dengan adanya garam
empedu.
Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan harian berkisar antara 1.5-2
mg untuk keadaan normal, namun jika terjadi defisiensi diberikan 10-20 mg per
hari.
Defisiensi
Gejala defisiensi jarang terjadi
pada manusia karena biasanya vitamin B2 yang dipasok bersama makanan dan yang
disintesis oleh bakteri usus sudah mencukupi. Defisiensi umumnya timbul setelah
diare kronis, malabsorpsi pada saluran pencernaan atau terapi jangka panjang
antibiotika dan sulfonamida. Gejala yang umumnya timbul adalah
deramatitis(kelainan kulit) muka ( luka pada sudut bibir)
Sumber
Senyawa ini terdapat hampir di
semua sel hewan dan tumbuhan, namun kadar tertinggi terdapat pada ragi, plawija
(padi), polong-polongan, hati, susu, dan keju.
Vitamin B3
Asam nikotinat atau niasin dikenal
juga sebagai faktor PP (pellagra preventive),
arena dapat mencegah penyakit pellagra(kulit rusak) pada manusia atau
penyakit lidah hitam pada hewan.
Peranan Fisiologi
Pada dosis besar asam nikotinat
dapat menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak dalam darah . Maka dari itu,
seringkali digunakan pada perawatan hiperlipoproteinemia. Asam nikotinat juga
digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia akut
Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan minimal asam
nikotinat untuk mencegah pelagra
rata-rata 4.4 mg/ 1000 kcal, pada dewasa asupan minimal 13 mg.
Defisiensi
Pelagra adalah penyakit defisiensi
niasin dengan kelainan pada kulit, saluran cerna dan SSP. Kulit mengalami,
bengkak dan merah, pada saluran cerna terjadi lidah membengkak, merah,
stomatitis (peradangan pada rongga mulut), mual, muntah.
Sumber
Sumber alami vitamin ini adalah
hati, ragi dan daging. Tubuh juga dapat mensintesis niasin dari prekursornya
yaitu tryptophan, suatu asam amino yang banyak terdapat dalam susu, telur dan
makanan lain yang kaya protein.
Pengertian
Asam pantotenat dikenal sejak tahun
1933 sebagai suatu zat yang sangat esensial untuk pertumbuhan ragi. Merupakan
zat anti dermatitis
Peranan Fisiologi
Dalam tubuh asam pentotenat
membentuk koenzim A yang sangat penting dalam metabolisme kerena bertindak
sebagai katalisator pada reaksi-reaksi transferasi gugus asetil
Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan manusia akan asam
pantotenat sehari adalah 5-10 mg.
Defisiensi
Defisiensinya pada manusia belum
dikenal. Sindroma yang terjadi berupa kelelahan, rasa lemah, gangguan saluran
cerna, gangguan otot berupa kejang.
Sumber
Asam pantotenat ditemukan dalam
semua tumbuhan dan hewan dengan kadar yang berbeda-beda. Sumber yang paling
kaya akan asam ini adalah hati, ginjal, salmon,
kuning telur, sayuran segar, ragi,
sereal gandum, sumber lainnya seperti daging rendah lemak, kentang, tomat dan
daging ayam.
•
Vitamin B6
Pengertian
Vitamin B6 berada dalam bentuk
piridoksol (piridoksin), piridoksal, dan
ridoksamin. Ketiganya merupakan turunan piridin yang memiliki aktivitas
fisiologis yang mirip
Peranan Fisiologi
Senyawa ini berperan dalam
metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Selain itu sebagai kofaktor untuk
aminotransferase, dehidratase, dan dekarboksilase yang penting untuk metabolisme
asam amino.
Dosis [Kebutuhan Harian]
dosis lazim Piridoksin sebagai
suplemen makanan adalah 10-20 mg per hari, sebagai pengobatan defisiensi karena
induksi obat adalah 10-300 mg dan sebagai pengobatan defisiensi bawaan adalah
100-600 mg.
Defisiensi
Gejala defisiensi piridoksin di
antaranya adalah:
1.Abnormalitas
neuronal seperti kejang-kejang dan kacau.
2.Gangguan pada
kulit seperti dermatitis, dan
stomatitis.
3.Anemia .
4.Untuk diagnosis, dapat digunakan
triptofan secara oral. Jika terdapat banyak asam xanthurenat di dalam urin
mengindikasikan adanya defisiensi karena triptofan tidak dimetabolisme
sempurna.
Sumber
Vitamin B6 banyak terdapat di dalam
daging, pisang, biji-bijian, padi-padian, kacang, kentang, ragi dan kuning telur.
•
Vitamin B9
Pengertian
Secara kimia, asam folat merupakan
senyawa yang terdiri cincin heterosiklik pteridin, asam p-aminobenzoat dan asam
glutamat.
- Peranan Fisiologi
. antianemia dan suplemen makanan.
.
- Dosis [Kebutuhan Harian]
Dosis asam folat yang biasa
digunakan untuk menangani defisiensi adalah 0,25-1,0 mg per hari sampai ada
respon pada proses hematologik/autoimun.
- Defisiensi
Defisiensi asam folat biasnya
disebabkan oleh adanya malabsorpsi pada usus, kelainan fungsi hati dan
alkoholik. Gejala defisiensi asam folat yaitu anemia.
•
Vitamin B12
Vitamin B12 atau Biotin (d atau isomer alam) adalah asam
monokarboksilik satu-satunya vitamin
yang mudah larut dalam air dan alcohol. Bentuk biotin yang tidak aktif
adalah avidin
- Peranan Fisiologi
1. Biosintesis Purin dan pirimidin
Vitamin B12 memegang peranan yang penting pada pembentukan dan sintesis asam
nukleat
2. Metabolisme protein, contohnya
sintesis metionin dari homosistein
3. Metabolisme karbohidrat dan
lipid
-Dosis [Kebutuhan Harian]
Pada kondisi patologis mula-mula
adalah 100 mikrogram per hari iv atau im selama 2 minggu kemudian sampai
normalisais hematokrit 100 mikrogram dua kali seminggu.
- Defisiensi
Defisiensi Biotin dapat disebabkan
adanya substansi antibiotin dalam makanan. Dalam beberap riset ditemukan
gejala-gejala defisiensi Biotin adalah timbulnya dermatitis, anoreksia(kelainan
psikis), gangguan otot.
Vitamin B15
Vitamin B15 sering juga disebut
sebagai Calsium Pangamate. Komposisi yang tepat dari Pangamic Acid bergantung dari tujuan pemakaiannya. Salah
satu produk yang dihasilkan dari asam pangamat ini adalah 61.5% calsium
glukonat dan 38.5% dimetilglisin.
Peranan Fisiologi
Dalam pengobatan dapat juga
digunakan sebagai pengobatan penyakit hati, darah yang abnormal, asma,
alkoholik, diabetes.
Vitamin C
- Peranan Fisiologi
Senyawa ini berperan dalam
metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Untuk metabolisme asam amino.
- Dosis [Kebutuhan Harian]
Dewasa :Kebutuhan harian normal
vitamin C adalah 60 mg per hari
Bayi: Disarankan mengkonsumsi
sebanyak 3 sampai 7 mg setiap hari.
Untuk ibu menyusui disarankan
mengkonsumsisekitar 30 mg per hari.
- Defisiensi
Penyakit ini ditandai dengan
kelelahan abnormal , kekelahan otot, perdarahan gigi menjadi goyah dan mudah
tanggal dan mudah terkena penyakit infeksi.
Kondisi umum: Kulit kering, kasar,
kemerahan, berbintik hitam.
Pada bayi Bayi
1.Kaki berbentuk seperti kaki katak
2.Perdarahan pada gusi dan pada
jaringan disekitar mata
3.Anemia
4.Mempengaruhi pertumbuhan tulang
- Sumber
Sayuran, serta susu dan hati
mengandung asam askorbat Buah buahan seperti jeruk dan tomat
MINERAL
Mineral,adalah substansi anorganik mikronutrien dibutuhkan untuk
dikonsumsi dengan jumlah 100 mg kurang perharinya. Tubuh kita hanya memerlukan
mikronutrisi dalam jumlah sedikit, untuk mendukung reaksi kimia (katalisator)
sel kita yang diperlukan untuk hidup. Mikronutrisi terkandung pada banyak bahan
makanan. Seorang yang sehat mungkin sudah cukup untuk mendapatkan vitamin dan
mineral hanya dari makanannya.
Mikronutrient, berasal dari kata Mikro yang
artinya kecil dan nutrient yang berarti nutrisi. Mikronutrient adalah elemen
mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah yang kecil.
•
Mineral
: elemen anorganik yang ditemukan di alam.
Mineral memegang
2 fungsi utama nutrien yaitu :
•
bahan
pembangun jaringan tubuh seperti tulang, gigi, otot, dan struktur ogranik lain.
•
sejumlah
mineral merupakan komponen enzim yang terlibat dalam metabolisme, yang dikenal
dengan sebutan metalloenzim
•
mineral
tidak menyediakan energi dalam bentuk kalori seperti fungsi ketiga nutrien..
•
mineral
ditemukan di dalam tanah dan terinternalisasi dalam tumbuhan. Air minum juga
merupakan sumber mineral yang baik.
Mineral esensial bagi tubuh
•
Dari
103 komponen dalam tabel sistem periodik, 25 elemen esensial bagi tubuh :
•
5
elemen memenuhi 96% bobot tubuh. Yaitu Hidrogen, Oksigen, karbon, Sulfur, dan
Nitrogen , 20 mineral sisanya membentuk kurang dari 4% bobot tubuh namun sama
pentingnya.
•
Mikromineral
mineral (Trace mineral) : elemen mineral yang dibutuhkan dalam dosis kurang
dari 100 mg/hari.
PENGGOLONGAN MIKRONUTRIEN
•
- BESI
•
- TEMBAGA
•
- SENG
•
- KROM
•
- SELENIUM
•
- KOBALT
•
- IODIN
•
- FLUORIDE
•
- MANGAN
•
- MOLIBDENUM
•
BESI (Fe)
Farmakokinetik
Besi diabsorpsi melalui usus halus dan masuk kedalam plasma.
Farmakodinamik
Penggantian terutama
diberikan untuk memperbaiki atau mengendalikan anemia defesiensi besi. Penemuan
positif dari anemia adalah eritrosit (sel darah merah) yang hipokrom (pucat)
mikrositer (kecil).
BESI (Fe)
•
Toksisitas
besi merupakan sebab yang serius dari keracunan pada anak-anak. Hanya dengan 3
gram yang dimakan sekaligus dapat menjadi patal dalam 12-48 jam. Anak akan
mengalami pendarahan akibat efek ulserogenik dari besi yang tidak terikat,
sehingga menimbulkan syok. Orang tua harus diperingatkan untuk tidak
meninggalkan tablet besi.
BESI (Fe)
•
Gejala
keracunan : nyeri, muntah, kejang koma
•
Terapi
keracunan : diuretik manitol 20% dektrose 10% sampai urin 0,5-1 ml/menit
BESI (Fe)
•
Selama
kehamilan diperlukan besi dalam jumlah yang lebih banyak tetapi selama
trimester pertama kehamilan, besi dalam mega dosis merupakan kontraindikasi
karena adanya efek teratogenik terhadap janin. Dosis yang lebih besar dari besi
dibutuhkan selama trimester kedua dan ketiga selama kehamilan.
BESI (Fe)
•
Ekstra
zat besi diperlukan pada kehamilan :
- 200-600 mg untuk memenuhi peningkatan massa sel darah merah.
- 200-370 mg janin yg tergantung pd berat lahirnya.
- 150-200 mg untuk kehilangan eksternal.
- 30-170 mg untuk tali pusat dan plasenta
- 90-310 mg untuk menggantikan darah yang hilang saat melahirkan
Dosis besi bagi anak-anak dan bayi adalah ;
•
Usia
6 bulan sampai 2 tahun 1,5 mg/kg bb
•
Bagi
orang dewasa 50 mg/hari diperlukan untuk regenerasi hemoglobin.
•
Contoh
obat : tablet ferro sulfat
BESI (Fe)
- Alkohol dan zat besi tidak boleh diberikan pada saat kehamilan (teratogenik).
- Usus hanya mampu menyerap 40-60 mg/hari.
- Jika dilakukan terapi zat besi harus dikombinasi dengan suplemen asam folat karena zat besi memacu tubuh membutuhkan asam folat tinggi.
Interaksi Zat Besi (Fe)
- Zat besi dengan Antasida memisahkan minum jeda 2 jam.
- Zat besi dengan histamin (simetidin, ranitidin) disesuaikan karena akan timbul mual.
- Zat besi dengan metildopa, kalsium, teh, kopi, minuman karbonasi, susu, telur, jagung dan sereal memisahkan jeda 2 jam.
Asam Folat
- Asam folat dibutuhkan ibu hamil karena untuk proteksi malformasi seperti palatoksizis, traktus urinarius.
- Ibu hamil yang tidak biasa mengkonsumsi obat pemberian tablet asam folat seminggu sekali sangat baik bagi tubuhnya.
- Menghindari defek neural tube (penyakit kelainan kehamilan, pendarahan, pertumbuhan dan perkembangan prematur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar