Jumat, 04 Januari 2013

vitamin dan mineral



VITAMIN DAN  MINERAL





VITAMIN LARUT LEMAK
          Vitamin A [Axeroftol, Retinol, Xeroftalmia]
          Vitamin D [Kalsiferol]
          Vitamin E [Tokoferol]
          Vitamin K [Vitamin Anti hemoragia]
          VITAMIN LARUT LEMAK
          VITAMIN A
          VITAMIN A
          VITAMIN A
          VITAMIN D


Pengertian
Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang diperlukan oleh vertebrata yang mempunyai struktur tulang, untuk penggunaan yang optimal akan kalsium dan fosfor. Vitamin ini dapat diperoleh dari makanan, sinar iradiasi yang sesuai dari tubuh.
 Peranan Fisiologi
Vitamin D dan produk hidroksilasinya memiliki peran dalam :
•Membantu absorpsi ion kalsium dari usus
•Meningkatkan reabsorpsi ion kalsium dalam ginjal
•Dengan demikian meninggikan kadar kalsium dalam darah

VITAMIN D
Dosis [Kebutuhan Harian]
Untuk profilaksis terhadap rakhitis (melemahnya tulang) pada bayi dan anak-anak selama 1-1,5 tahun
Tiap hari diberikan 500-1000 IU = 0,0125-0,025 mg
Vitamin D3 (1 IU = 0,025 μg).

- Defisiensi
Pada bayi dan anak-anak, kekurangan vitamin D menyebabkan rakhitis (penyakit Inggeris). Kekurangan kalsium yang timbul serta sangat lemahnya sistem tulang akan menyebabkan deformasi kerangka

 - Sumber
Asal vitamin D3 dari alam yaitu minyak hati ikan dan jaringan lemak hewan. Kuning telur, susu, dan mentega hanya sedikit mengandung vitamin D3.

VITAMIN E
Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak,merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendapatkan reproduksi normal, perkembangan otot normal, menjaga resistensi normal eritrosit dari hemolisis (pecahnya membran eritrosit) dan beberapa patologi lain. 
- Peranan Fisiologi
Fungsi biokimia vitamin E belum diketahui dengan jelas. Yang pasti adalah bahwa vitamin E bekerja pada metabolisme antara pada proses oksidasi-reduksi dan sebagai pengankap radikal, menghambat pembentukan peroksida oleh asam lemak tinggi tak jenuh pada lipid membran serta menghambat oksidasi zat tubuh lainnya.

Dosis [Kebutuhan Harian]
Data tentang kebutuhan harian vitamin E yang pasti tidak diketahui. Dosis yang diberikan umumnyya 15-30 mg.

Defisiensi
Defisiensi dari vitamin E dapat memberikan manifestasi yang bervariasi tergantung dari pola makan.
Beberapa manifestasi  yang dapat terjadi akibat defisiensi vitamin E :
-              berpengaruh terhadap kapasitas reproduksi
-              hemolisis
-              ketidaknormalan fungsi otot
Sumber
Sumber vitamin E yang terbesar adalah kecambah padi-padian , minyak tanaman dan juga sayur-sayuran


VITAMIN K
Pengertian
Vitamin K juga termasuk ke dalam kelompok vitamin yang larut dalam lemak.
Peranan Fisiologi
Vitamin K diperlukan untuk sintesin dalam hati. Kerjanya yaitu sebagai koenzim pada γ-karboksilasi  rantai samping yang mengandung asam glutamate. 
Dosis [Kebutuhan Harian]
Orang dewasa mendapat 10-30 mg vitamin K secara oral per hari yaitu untuk tujuan terapi.
Pada bayi yang barulahir, diberikan 1-2 mg vitamin K1 selama 2-3 hari.
Defisiensi
Defisiensi vitamin K jarang terjadi, selama vitamin K yang masuk bersama makanan dapat diabsorpsi Beberapa manifestasi yang dapat terjadi akibat defisiensi vitamin K
Penyakit haemorogik (pendarahan dipembuluh)
Tendensi pendarahan kolemik
 (pendarahan kearah keguguran)
Zat dari kelompok vitamin K ditemukan dalam bagian tanaman hijau, paling banyak dalam tanaman yang mengandung banyak klorofil


VITAMIN LARUT AIR
          Vitamin B1
Thiamin atau vitamin B1 disebut juga sebagai vitamin antineuritis (anti beri-beri). Vitamin ini memiliki 2 cincin heterosiklik yaitu cincin pirimidin dan cincin tiazol yang dihubungkan oleh gugus metilen.
- Peranan Fisiologi
Tiamin pirofosfat (TPP) yang terbentuk berfungsi sebagai koenzim pada beberapa reaksi enzimatik yang melibatkan pemindahan gugus aldehid (aldehidtransferase) dan koenzim dekarboksilase
- Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan harian vitamin B1 tergantung pada susunan makanan. Pada penderita beri-beri atau terjadi peningkatan kebutuhan vitamin B1, seperti kehamilan, pada peminum alcohol, atau pasokan makanan hanya karbohidrat, diberikan vitamin B1 secara oral 25 mg per hari.

- Defisiensi
Beri-beri merupakan penyakit yang disebabkan oleh defisiensi tiamin yang ditandai dengan perubahan degeneratif sistem saraf Gejala umum defisiensi vitamin B1 adalah
•berkurangnya kemampuan fisik dan psikis
•nafsu makan berkurang, berat badan turun, sekresi getah lambung tidak ada karena gangguan fungsi lambung dan usus
•perubahan pada EKG (elektrokardiogram)

 - Sumber
Sumber vitamin B1 adalah dalam ragi, sayur-sayuran, kentang, kacang-kacangan, dan daging.

          Vitamin B2
Pengertian
Pemeriannya berwarna kuning, stabil dalam pemanasan, mudah larut air, dan tidak stabil terhadap cahaya dan alkali karena akan berubah menjadi lumichrome atau lumiflavin yang tidak memiliki fungsi fisiologi dalam tubuh.

- Peranan Fisiologi
Riboflavin dalam makanan berbentuk riboflavin bebas yang dengan mudah diabsorpsi ke dalam sel melalui mukosa saluran cerna dengan sistem transport aktif dan meningkat dengan adanya garam empedu.

Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan harian berkisar antara 1.5-2 mg untuk keadaan normal, namun jika terjadi defisiensi diberikan 10-20 mg per hari.

 Defisiensi
Gejala defisiensi jarang terjadi pada manusia karena biasanya vitamin B2 yang dipasok bersama makanan dan yang disintesis oleh bakteri usus sudah mencukupi. Defisiensi umumnya timbul setelah diare kronis, malabsorpsi pada saluran pencernaan atau terapi jangka panjang antibiotika dan sulfonamida. Gejala yang umumnya timbul adalah deramatitis(kelainan kulit) muka ( luka pada sudut bibir)

 Sumber
Senyawa ini terdapat hampir di semua sel hewan dan tumbuhan, namun kadar tertinggi terdapat pada ragi, plawija (padi), polong-polongan, hati, susu, dan keju.

Vitamin B3

Asam nikotinat atau niasin dikenal juga sebagai faktor PP (pellagra preventive),  arena dapat mencegah penyakit pellagra(kulit rusak) pada manusia atau penyakit lidah hitam pada hewan.

Peranan Fisiologi
Pada dosis besar asam nikotinat dapat menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak dalam darah . Maka dari itu, seringkali digunakan pada perawatan hiperlipoproteinemia. Asam nikotinat juga digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia akut

Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan minimal asam nikotinat  untuk mencegah pelagra rata-rata 4.4 mg/ 1000 kcal, pada dewasa asupan minimal 13 mg.

Defisiensi
Pelagra adalah penyakit defisiensi niasin dengan kelainan pada kulit, saluran cerna dan SSP. Kulit mengalami, bengkak dan merah, pada saluran cerna terjadi lidah membengkak, merah, stomatitis (peradangan pada rongga mulut), mual, muntah.

Sumber
Sumber alami vitamin ini adalah hati, ragi dan daging. Tubuh juga dapat mensintesis niasin dari prekursornya yaitu tryptophan, suatu asam amino yang banyak terdapat dalam susu, telur dan makanan lain yang kaya protein.

Pengertian
Asam pantotenat dikenal sejak tahun 1933 sebagai suatu zat yang sangat esensial untuk pertumbuhan ragi. Merupakan zat anti dermatitis

Peranan Fisiologi
Dalam tubuh asam pentotenat membentuk koenzim A yang sangat penting dalam metabolisme kerena bertindak sebagai katalisator pada reaksi-reaksi transferasi gugus asetil

Dosis [Kebutuhan Harian]
Kebutuhan manusia akan asam pantotenat sehari adalah 5-10 mg.

Defisiensi
Defisiensinya pada manusia belum dikenal. Sindroma yang terjadi berupa kelelahan, rasa lemah, gangguan saluran cerna, gangguan otot berupa kejang.

Sumber
Asam pantotenat ditemukan dalam semua tumbuhan dan hewan dengan kadar yang berbeda-beda. Sumber yang paling kaya akan asam ini adalah hati, ginjal, salmon,
kuning telur, sayuran segar, ragi, sereal gandum, sumber lainnya seperti daging rendah lemak, kentang, tomat dan daging ayam.

          Vitamin B6


Pengertian
Vitamin B6 berada dalam bentuk piridoksol (piridoksin), piridoksal, dan  ridoksamin. Ketiganya merupakan turunan piridin yang memiliki aktivitas fisiologis yang mirip

Peranan Fisiologi
Senyawa ini berperan dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Selain itu sebagai kofaktor untuk aminotransferase, dehidratase, dan dekarboksilase yang penting untuk metabolisme asam amino.

Dosis [Kebutuhan Harian]
dosis lazim Piridoksin sebagai suplemen makanan adalah 10-20 mg per hari, sebagai pengobatan defisiensi karena induksi obat adalah 10-300 mg dan sebagai pengobatan defisiensi bawaan adalah 100-600 mg.

Defisiensi
Gejala defisiensi piridoksin di antaranya adalah:
1.Abnormalitas neuronal seperti kejang-kejang dan kacau.
2.Gangguan pada kulit seperti  dermatitis, dan stomatitis.
3.Anemia .
4.Untuk diagnosis, dapat digunakan triptofan secara oral. Jika terdapat banyak asam xanthurenat di dalam urin mengindikasikan adanya defisiensi karena triptofan tidak dimetabolisme sempurna.

Sumber
Vitamin B6 banyak terdapat di dalam daging, pisang, biji-bijian, padi-padian, kacang,  kentang, ragi dan kuning telur.

          Vitamin B9


 Pengertian
Secara kimia, asam folat merupakan senyawa yang terdiri cincin heterosiklik pteridin, asam p-aminobenzoat dan asam glutamat.

- Peranan Fisiologi
. antianemia dan suplemen makanan. .
- Dosis [Kebutuhan Harian]
Dosis asam folat yang biasa digunakan untuk menangani defisiensi adalah 0,25-1,0 mg per hari sampai ada respon pada proses hematologik/autoimun.
- Defisiensi
Defisiensi asam folat biasnya disebabkan oleh adanya malabsorpsi pada usus, kelainan fungsi hati dan alkoholik. Gejala defisiensi asam folat yaitu anemia.

          Vitamin B12


Vitamin B12 atau Biotin  (d atau isomer alam) adalah asam monokarboksilik satu-satunya vitamin  yang mudah larut dalam air dan alcohol. Bentuk biotin yang tidak aktif adalah avidin
- Peranan Fisiologi
1. Biosintesis Purin dan pirimidin Vitamin B12 memegang peranan yang penting pada pembentukan dan sintesis asam nukleat
2. Metabolisme protein, contohnya sintesis metionin dari homosistein
3. Metabolisme karbohidrat dan lipid
-Dosis [Kebutuhan Harian]
Pada kondisi patologis mula-mula adalah 100 mikrogram per hari iv atau im selama 2 minggu kemudian sampai normalisais hematokrit 100 mikrogram dua kali seminggu.
- Defisiensi
Defisiensi Biotin dapat disebabkan adanya substansi antibiotin dalam makanan. Dalam beberap riset ditemukan gejala-gejala defisiensi Biotin adalah timbulnya dermatitis, anoreksia(kelainan psikis), gangguan otot.

Vitamin B15

Vitamin B15 sering juga disebut sebagai Calsium Pangamate. Komposisi yang tepat dari Pangamic Acid  bergantung dari tujuan pemakaiannya. Salah satu produk yang dihasilkan dari asam pangamat ini adalah 61.5% calsium glukonat dan 38.5% dimetilglisin.
Peranan Fisiologi
Dalam pengobatan dapat juga digunakan sebagai pengobatan penyakit hati, darah yang abnormal, asma, alkoholik, diabetes.

Vitamin C


- Peranan Fisiologi
Senyawa ini berperan dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Untuk metabolisme asam amino.

- Dosis [Kebutuhan Harian]
Dewasa :Kebutuhan harian normal vitamin C adalah 60 mg per hari
Bayi: Disarankan mengkonsumsi sebanyak 3 sampai 7 mg setiap hari.
Untuk ibu menyusui disarankan mengkonsumsisekitar 30 mg per hari.

- Defisiensi
Penyakit ini ditandai dengan kelelahan abnormal , kekelahan otot, perdarahan gigi menjadi goyah dan mudah tanggal dan mudah terkena penyakit infeksi.
Kondisi umum: Kulit kering, kasar, kemerahan, berbintik hitam.
Pada bayi Bayi
1.Kaki berbentuk seperti kaki katak
2.Perdarahan pada gusi dan pada jaringan disekitar mata
3.Anemia
4.Mempengaruhi pertumbuhan tulang

 - Sumber
Sayuran, serta susu dan hati mengandung asam askorbat Buah buahan seperti jeruk dan tomat



MINERAL

  Mineral,adalah substansi anorganik mikronutrien dibutuhkan untuk dikonsumsi dengan jumlah 100 mg kurang perharinya. Tubuh kita hanya memerlukan mikronutrisi dalam jumlah sedikit, untuk mendukung reaksi kimia (katalisator) sel kita yang diperlukan untuk hidup. Mikronutrisi terkandung pada banyak bahan makanan. Seorang yang sehat mungkin sudah cukup untuk mendapatkan vitamin dan mineral hanya dari makanannya.
 Mikronutrient, berasal dari kata Mikro yang artinya kecil dan nutrient yang berarti nutrisi. Mikronutrient adalah elemen mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah yang kecil.
          Mineral : elemen anorganik yang ditemukan di alam.
Mineral memegang 2 fungsi utama nutrien yaitu :
          bahan pembangun jaringan tubuh seperti tulang, gigi, otot, dan struktur ogranik lain.
          sejumlah mineral merupakan komponen enzim yang terlibat dalam metabolisme, yang dikenal dengan sebutan metalloenzim
          mineral tidak menyediakan energi dalam bentuk kalori seperti fungsi ketiga nutrien..
          mineral ditemukan di dalam tanah dan terinternalisasi dalam tumbuhan. Air minum juga merupakan sumber mineral yang baik.

Mineral esensial bagi tubuh
          Dari 103 komponen dalam tabel sistem periodik, 25 elemen esensial bagi tubuh :
          5 elemen memenuhi 96% bobot tubuh. Yaitu Hidrogen, Oksigen, karbon, Sulfur, dan Nitrogen , 20 mineral sisanya membentuk kurang dari 4% bobot tubuh namun sama pentingnya.
          Mikromineral mineral (Trace mineral) : elemen mineral yang dibutuhkan dalam dosis kurang dari 100 mg/hari.


PENGGOLONGAN MIKRONUTRIEN
          - BESI
          - TEMBAGA
          - SENG
          - KROM
          - SELENIUM
          - KOBALT
          - IODIN
          - FLUORIDE
          - MANGAN
          - MOLIBDENUM
          BESI (Fe)


Farmakokinetik
Besi diabsorpsi melalui usus halus dan masuk kedalam plasma.


Farmakodinamik
                Penggantian terutama diberikan untuk memperbaiki atau mengendalikan anemia defesiensi besi. Penemuan positif dari anemia adalah eritrosit (sel darah merah) yang hipokrom (pucat) mikrositer (kecil).

BESI (Fe)
          Toksisitas besi merupakan sebab yang serius dari keracunan pada anak-anak. Hanya dengan 3 gram yang dimakan sekaligus dapat menjadi patal dalam 12-48 jam. Anak akan mengalami pendarahan akibat efek ulserogenik dari besi yang tidak terikat, sehingga menimbulkan syok. Orang tua harus diperingatkan untuk tidak meninggalkan tablet besi.

BESI (Fe)
          Gejala keracunan : nyeri, muntah, kejang koma
          Terapi keracunan : diuretik manitol 20% dektrose 10% sampai urin 0,5-1 ml/menit


BESI (Fe)
          Selama kehamilan diperlukan besi dalam jumlah yang lebih banyak tetapi selama trimester pertama kehamilan, besi dalam mega dosis merupakan kontraindikasi karena adanya efek teratogenik terhadap janin. Dosis yang lebih besar dari besi dibutuhkan selama trimester kedua dan ketiga selama kehamilan.

BESI (Fe)
          Ekstra zat besi diperlukan pada kehamilan :
  1. 200-600 mg untuk memenuhi peningkatan massa sel darah merah.
  2. 200-370 mg janin yg tergantung pd berat lahirnya.
  3. 150-200 mg untuk kehilangan eksternal.
  4. 30-170 mg untuk tali pusat dan plasenta
  5. 90-310 mg untuk menggantikan darah yang hilang saat melahirkan

Dosis besi bagi anak-anak dan bayi adalah ;
          Usia 6 bulan sampai 2 tahun 1,5 mg/kg bb
          Bagi orang dewasa 50 mg/hari diperlukan untuk regenerasi hemoglobin.
          Contoh obat : tablet ferro sulfat

BESI (Fe)
  1. Alkohol dan zat besi tidak boleh diberikan pada saat kehamilan (teratogenik).
  2. Usus hanya mampu menyerap 40-60 mg/hari.
  3. Jika dilakukan terapi zat besi harus  dikombinasi dengan suplemen asam folat karena zat besi memacu tubuh membutuhkan asam folat tinggi.

Interaksi Zat Besi (Fe)
  1. Zat besi dengan Antasida memisahkan minum jeda 2 jam.
  2. Zat besi dengan histamin (simetidin, ranitidin) disesuaikan karena akan timbul mual.
  3. Zat besi dengan metildopa, kalsium, teh, kopi, minuman karbonasi, susu, telur, jagung dan sereal memisahkan jeda 2 jam.

Asam Folat
  1. Asam folat dibutuhkan ibu hamil karena untuk proteksi malformasi seperti palatoksizis, traktus urinarius.
  2. Ibu hamil yang tidak biasa mengkonsumsi obat pemberian tablet asam folat seminggu sekali sangat baik bagi tubuhnya.
  3. Menghindari defek neural tube (penyakit kelainan kehamilan, pendarahan, pertumbuhan dan perkembangan prematur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar